Pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 dilakukan pada Kamis dan Jumat melalui video conference.
Dasar-dasar secara singkat
- Pada 17 dan 18 Februari 2022, para Menteri Keuangan G20 bertemu untuk video call.
- Tema pertemuan G-20 adalah gangguan rantai pasokan global dan kenaikan harga energi.
Rektor Federal Uli Maurer menghadiri pertemuan pertama para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 yang dipimpin oleh Indonesia. Selain pembiayaan perang melawan pandemi Corona, perpajakan perusahaan internasional juga menjadi masalah.
Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral membahas, antara lain, gangguan pada rantai pasokan global melalui konferensi video pada Kamis dan Jumat. Kenaikan harga energi dan inflasi juga dibahas di banyak tempat. Ini diumumkan oleh Departemen Keuangan Federal (EDI) di Maurer pada hari Jumat. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Presiden Bank Nasional Thomas Jordan.
Dapatkan vaksinasi untuk pemulihan ekonomi
Akses global terhadap vaksin sangat penting, terutama di negara-negara berkembang. Dikatakan juga, agar memungkinkan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.
Atas undangan Indonesia, Swiss mengikuti jalur keuangan negara-negara G20 untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut. Pertemuan para menteri keuangan pada 17-18 Februari ini merupakan pertemuan pertama dari empat pertemuan tahun ini.
Kelompok 20 negara industri dan negara berkembang paling penting berurusan dengan masalah sistem keuangan internasional. Meskipun demikian, Swiss, salah satu pusat keuangan terpenting di dunia, tidak diterima ke dalam G20. Swiss juga akan menjadi anggota G-20 berdasarkan ukuran ekonomi nasional, yang diukur dalam PDB.
Lebih lanjut tentang topik ini:
“Penggemar twitter yang bangga. Introvert. Pecandu alkohol hardcore. Spesialis makanan seumur hidup. Ahli internet.”
More Stories
Pasar Saham Menjanjikan: Indonesia yang Diinginkan
Lalu Lintas Udara – Kemungkinan 62 orang tewas setelah kecelakaan pesawat di Indonesia – Ekonomi
Indonesia mengurangi ekspor minyak sawit dan meningkatkan tekanan harga