Berita Utama

Berita tentang Indonesia

US miliar: Ini adalah jumlah yang dibayarkan Indonesia untuk kota barunya

US$35 miliar: Ini adalah jumlah yang dibayarkan Indonesia untuk kota barunya

Ibu kota baru Indonesia, Nusantara, sedang dibangun.
Firdaus Wajidi/Anadolu/Getty Images

Indonesia sedang membangun ibu kota baru dari awal karena Jakarta terancam oleh kenaikan permukaan laut.

Dua pejabat senior mengundurkan diri pada hari Senin, menimbulkan pertanyaan tentang proyek Nusantara senilai $35 miliar.

Pemerintah Indonesia menggunakan influencer dan Tony Blair untuk mempromosikan proyek besar ini.

Ini adalah terjemahan mesin dari sebuah artikel dari rekan-rekan Amerika kami di Business Insider. Diterjemahkan secara otomatis dan diverifikasi oleh editor sungguhan.

Rencana Indonesia untuk membangun ibu kota baru dari awal sempat diragukan dengan adanya pengunduran diri tak terduga dari dua pejabat senior yang mengawasi proyek tersebut.

Bambang Susantono dan wakilnya Doni Rahago mengundurkan diri dari jabatannya di Otoritas Kota Metropolitan Nusantara pada hari Senin, kantor berita tersebut melaporkan. Reuters tersebut.

Menteri Negara Pratekno mengatakan Presiden Joko Widodo telah menerima pengunduran diri Susantono Jaringan Berita Asia. Mereka diperkirakan akan digantikan sementara oleh dua menteri dari pemerintahan Widodo hingga penunjukan tetap dilakukan.

Jakarta terancam naiknya permukaan air laut

Widodo mengatakan di Instagram bahwa pekerjaan di Nusantara akan terus berlanjut “sesuai dengan visi bersama,” lapor South China Morning Post. Namun pengunduran diri tersebut dapat menunjukkan kemunduran bagi kota baru yang sedang dibangun di pantai timur Kalimantan.

Ibu kota Indonesia sekaligus kota terbesar, Jakarta, berisiko dilanda banjir akibat naiknya permukaan air laut, sehingga pemerintahan Widodo memutuskan untuk membangun kota alternatif.

Proyek Nusantara diperkirakan menelan biaya $35 miliar dan baru akan selesai pada tahun 2045. Namun, sekitar 6.000 pegawai pemerintah diperkirakan akan pindah ke sana pada saat pelantikan presiden baru pada bulan Oktober.

Pemerintah Indonesia telah merekrut tokoh-tokoh terkemuka seperti mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al Nahyan untuk mempromosikan proyek tersebut.

Masalah pendanaan

Widodo mengajak puluhan bintang media sosial melakukan tur tahun lalu untuk meningkatkan kesadaran akan kekhawatiran mengenai deforestasi.

Ada juga kekhawatiran yang semakin besar mengenai pembiayaan Nusantara. Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk menanggung hanya sekitar 20% biaya, dan sumber pendanaan lain sulit ditemukan. Pada bulan Maret 2022, perusahaan Jepang SoftBank menarik diri dari investasi dalam proyek tersebut.

Baik Susantono maupun Rahajo tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters atau Business Insider US.

Baca juga

Properti di kota-kota besar saat ini laris manis.

Properti jenis ini sedang menjadi best seller saat ini

READ  Studi: Akankah Kebanyakan Orang Segera Berbicara Bahasa Spanyol?