Berita Utama

Berita tentang Indonesia

30 start-up dari Indonesia fokus pada Expo 2020 di Dubai

23.12.2021 – 17:46

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia

Jakarta, Indonesia, Feb. 7 /PRNewswire /)

JEJALA ID akan memberikan kuliah yang disponsori pemerintah tentang intelijen pasar Indonesia pada 2 Januari dan Perjodohan Virtual antara VC dan Startup Terkurasi pada 3 Januari.

Startup Indonesia akan menjadi hub paviliun negara di Expo 2020 Dubai. Sekitar 30 perusahaan rintisan terkemuka Indonesia mempresentasikan perusahaan mereka di pameran tersebut. Mereka menunjukkan potensi lanskap start-up Indonesia dan peluang pengembangan karir yang dapat dimanfaatkan investor.

Jumlah startup di Indonesia semakin meningkat. Delapan perusahaan Decacorn bernilai lebih dari USD 1 miliar, dua di antaranya akan mencapai tonggak sejarah ini pada tahun 2021. Menurut Global Startup Ecosystem Report 2021, ibu kota Indonesia, Jakarta, menempati urutan ketiga di antara 100 teratas ekosistem startup yang sedang berkembang dengan investasi lebih dari $28. 03 juta pada semester pertama tahun 2020.

Sekitar 80% start-up yang berpartisipasi dalam Expo mewakili ekosistem pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, dan berasal dari sektor-sektor seperti edutech, fintech, Healthtech, legaltech, foodtech, IoT dan solusi digital untuk UKM. Sektor lainnya termasuk akuakultur, manufaktur dan logistik. Kebanyakan startup merupakan lulusan program percepatan pemerintah seperti Startup Studio Indonesia, Keracon 1000 Digital Startup dan Identic.

“Kami sangat senang bisa hadir di Expo 2020,” ujar Nadia Amalia, pendiri Sribu, salah satu startup yang memamerkan potensi startup Indonesia di Paviliun Indonesia.

Kesadaran global akan fokus

Pada Expo 2020 di Dubai, JEJALA ID, didukung oleh pemerintah Indonesia, akan berkontribusi pada kesadaran dengan proyek yang sedang berjalan. JEJALA ID merupakan program networking selama empat bulan yang tersebar di beberapa wilayah untuk memfasilitasi investasi asing di lingkungan startup Indonesia.

READ  Infeksi Corona bagi mereka yang berpakaian sebagai istri untuk terbang

Rangkaian acara dimulai pada Oktober 2021 dengan partisipasi 45 VC dari Jepang, Singapura, Eropa dan Amerika Serikat serta investor internasional. Proyek ini akan diakhiri dengan diskusi panel tentang Intelijen Pasar Startup Indonesia di Expo 2020 Dubai dan Virtual Matchmaking antara VC dan Startup Indonesia yang Dikuratori.

“Sesi perjodohan strategis ini memberikan kesempatan bagi VC internasional untuk mendapatkan wawasan dan berpartisipasi dalam apa yang terjadi di pasar kita yang menguntungkan. Bagi investor yang berkomitmen, itu berarti mereka dapat bekerja dengan perusahaan yang konsisten dengan tujuan mereka,” kata Semuel, Dirjen Aplikasi IT Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. .

Pada 2 Januari, Samuel akan berbicara dengan anggota tim lainnya, yaitu Italo Gani, Mitra Usaha East Ventures, Adrian Gilrandi, CEO dan Pendiri Praktek, dan William, CEO dan Pendiri VeriHops. Penjodohan Virtual VC akan berlangsung pada 3 Januari 2022.

Untuk informasi lebih lanjut tentang 30 startup yang menghadiri pertemuan tim online dan berpartisipasi dalam Expo 2020 Dubai, silakan kunjungi jejala.id atau hubungi kami di [email protected]

Melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika

Kementerian Komunikasi dan Ilmu Komputer adalah lembaga resmi pemerintah Indonesia yang mengembangkan dan melaksanakan Kebijakan Nasional di bidang Komunikasi dan Ilmu Komputer. Hal ini juga bertanggung jawab untuk mempercepat penyebaran teknologi informasi dan infrastruktur digital untuk menyediakan akses publik yang efisien ke telekomunikasi modern dan jaringan internet.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Jejala ID dan start-up di Indonesia, kunjungi situs web Kementerian Komunikasi dan Informatika www.kominfo.go.id.

Foto – https://mma.prnewswire.com/media/1714959/E_Poster_Dubai.jpg

Kontak Pers:

[email protected],
+628551188037

Konten asli: Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, pesan dikirim oleh aktuell