Berita Utama

Berita tentang Indonesia

Afghanistan: Ratusan tewas dalam gempa dahsyat

Status: 22/06/2022 10:31

Para pejabat mengatakan ratusan orang tewas dalam gempa kuat yang melanda wilayah perbatasan Afghanistan-Pakistan. Banyak orang terluka dan puluhan rumah hancur.

Gempa kuat mengguncang Afghanistan di wilayah perbatasan dengan Pakistan Selasa malam. Menurut kantor berita resmi Afghanistan, Bakhtar, sedikitnya 280 orang tewas. Sedikitnya 500 orang lainnya terluka akibat gempa tersebut. Jumlah korban mungkin terus meningkat. Otoritas Taliban yang berkuasa juga melaporkan penghancuran puluhan rumah di provinsi Paktika dan Khost. Menurut media lokal, salah satu desa hancur total.

Petugas penyelamat sedang dalam perjalanan ke lokasi kecelakaan dengan helikopter. “Kami menyerukan organisasi bantuan untuk memberikan bantuan segera kepada para korban gempa untuk mencegah bencana kemanusiaan,” kata juru bicara pemerintah Kabul Bilal Karimi di Twitter.

Berbagai indikator kekuatan

Informasi mengenai kekuatan gempa bervariasi. Sementara pihak berwenang Pakistan menyatakan gempa itu berkekuatan 6,1 skala Richter, Survei Seismologi AS (USGS) melaporkan kekuatan 5,9 dengan gempa susulan yang sedikit lebih lemah. Dengan demikian, pusat gempa berada sekitar 50 kilometer barat daya kota Khost dekat perbatasan dengan Pakistan pada kedalaman sekitar sepuluh kilometer.

Getaran juga terasa di Pakistan dan India

Pusat Seismologi Euro-Mediterania melaporkan bahwa 119 juta orang dalam radius 500 km di Afghanistan, Pakistan dan India merasakan kekuatan gempa. Menurut sumber Pakistan, getaran dapat dirasakan di daerah terpencil di ibu kota, Islamabad, dan bahkan di Lahore, di timur negara itu.

Kepanikan pecah di beberapa tempat, tetapi menurut informasi awal, tidak ada yang diketahui tentang kerusakan atau korban di Pakistan. Menurut Otoritas Perlindungan Sipil, layanan darurat setempat mencoba menjangkau daerah pegunungan terpencil yang terkena dampak. Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif mengeluarkan pernyataan yang menyatakan belasungkawa atas gempa bumi dan mengatakan bahwa negaranya akan memberikan bantuan kepada rakyat Afghanistan.

Paus Fransiskus juga menyampaikan simpati dan memperingati para korban gempa. “Saya mengungkapkan kedekatan saya dengan yang terluka dan mereka yang terkena dampak gempa,” kata kepala Gereja Katolik di akhir audiensi umum di hadapan umat dan pengunjung di Lapangan Santo Petrus di Roma. Dia berdoa terutama bagi mereka yang kehilangan nyawa dan keluarga mereka. Dia juga berharap dengan bantuan semua orang, penderitaan rakyat Afghanistan dapat diringankan.

Situasi bencana kemanusiaan

Gempa bumi biasa terjadi di Afghanistan, terutama di pegunungan Hindu Kush. Kerusakan seringkali menghancurkan karena struktur struktural yang buruk dari banyak rumah di Afghanistan.

Selain itu, setelah Taliban mengambil alih kekuasaan pada musim panas 2021 dan penarikan pasukan Barat, komunitas internasional sebagian besar telah ditarik dari Afghanistan. Sejak itu, situasi kemanusiaan di Afganistan semakin memburuk. Ada kekurangan makanan dan obat-obatan. Faktor-faktor ini dapat membuat operasi bantuan di zona gempa jauh lebih sulit.