Berita Utama

Berita tentang Indonesia

Bagnaya memanfaatkan kesalahan Martin untuk meraih kemenangan di Indonesia

Bagnaya memanfaatkan kesalahan Martin untuk meraih kemenangan di Indonesia

Sungguh tontonan yang sekali lagi diberikan oleh MotoGP™ kepada kita! Para pemain kelas premier sudah berada di trek di Mandalika siang tadi untuk mengikuti Grand Prix Pertamina Indonesia. Meski berada di posisi ke-13 di grid, Francesco Bagnaia (Tim Ducati Lenovo) meraih kemenangan penting atas Maverick Vinales (Aprilia Racing) dan Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP™). Kita lihat kembali 27 sirkuit paling intens di Pulau Lombok.

Martin Roket

Saat lampu padam, George Martin (Prima Pramac Racing) melakukan pukulan holeshot dan membuat awal yang benar-benar sensasional. Keenam di grid, “Martinator” pertama kali keluar dari tikungan pertama di depan Maverick Vinales dan Fabio Quartararo. Saingannya, Beko Bagnaia, juga mengawali balapan dengan baik. Dia naik dari posisi 13 ke posisi keenam setelah putaran pertama. Di lap ketiga, Brad Binder (Red Bull KTM Factory Racing) mencoba melakukan manuver berani melawan Luca Marini (Mooney VR46 Racing Team) untuk finis ke-10 dan merebut pole sitter. Pembalap KTM akan dihukum long lap karena pelanggaran ini. Di lini depan, Jorge Martin dan Maverick Vinales tak lama berhasil membuka celah besar. Keduanya dikejar Beco Bagnaia yang sudah menempati posisi ketiga usai melakukan manuver melawan Fabio Quartararo di penghujung lap ketiga.

Bhagnaya artinya api dan api

Aleix Espargaró (Aprilia Racing) memulai dengan ban yang lebih lembut dan menempel pada roda belakang nomor satu. Pada lap kelima Grand Prix, Jorge Martin Maverick meninggalkan Vinales dan memulai solo runnya. Dalam kategori ini, pertarungan untuk tempat keenam sangat sengit, dengan Jack Miller (Red Bull KTM Factory Racing), Marco Pessecchi (Mooney VR46 Racing Team), Miguel Oliveira (Cryptodata RNF MotoGP™ Team) dan Brad Binder bersaing. Fabio Quartararo yang sendirian di posisi kelima diuntungkan dengan manuver menyalip tersebut. Pada lap kesebelas balapan, Brad Binder melakukan manuver agresif yang membuat Miguel Oliveira terjatuh. Pemain asal Portugal itu tetap berada di atas rodanya, namun terjatuh kembali ke bagian belakang lapangan. Beberapa menit kemudian, petugas balapan kembali memberlakukan long lap pada pebalap KTM tersebut.

READ  Ibukota Baru Indonesia: Nusantara - Urban Utopia atau Kerusakan Lingkungan?

Guntur di Kejuaraan

Sementara George Martin unggul tiga detik, pemimpin keseluruhan membuat kesalahan besar di tikungan 11 dan tersingkir dari balapan. Maverick Viñales memanfaatkan kesalahan ini dan memimpin satu detik di depan Beco Bagnaia yang unggul tiga detik dari Fabio Quartararo. Saat perlombaan mendekati tahap akhir, kesenjangan antara ketiga pemimpin menjadi semakin kecil. Sembilan lap menjelang bendera kotak-kotak, Beko Bagnaia dan Maverick Vinales adu mulut. Juara dunia itu finis di urutan ke-12 ketika Fabio Quartararo terbang seperti bola meriam.

Bagnaia di jalur cepat

Pembalap pabrikan Aprilia itu tak menyerah, memperkecil jarak dengan Francesco Bagnaia sambil menyeret pembalap Prancis itu bersamanya. Dengan tiga lap tersisa, ketiga pembalap praktis saling berhadapan.Saat lap terakhir dimulai, Beko Bagnaia memimpin hampir satu detik. Saat ketiganya memasuki dua tikungan terakhir bersama-sama, tidak ada yang bisa menyerang lagi dan posisinya tetap tidak berubah. Beco Bagnaia meraih kemenangan penting atas Maverick Viñales dan Fabio Quartararo, yang meraih podium ketiganya tahun ini.

10 besar

Dengan balapan yang benar-benar menakjubkan, Fabio di Giannantonio (Grazini Racing MotoGP™) finis keempat dan membuktikan kepada dunia bahwa ia pantas berada di kelas premier, dengan tampil di Italia pada tahun 2024. Marco Pescechi mengikutinya di urutan kelima di depan Brad Binder, yang menempuh dua lap panjang. Pemain Afrika Selatan itu mengungguli Jack Miller dan Enea Bastianini (Tim Ducati Lenovo). Alex Rins (LCR Honda Castrol) yang sedang dalam masa pemulihan finis kesembilan di depan Aleix Espergaro yang menyelesaikan 10 besar.

Peringkat keseluruhan

Setelah finis kedua dalam waktu kurang dari 24 jam, Francesco Bagnaia kembali memimpin dan kini unggul 18 poin dari Jorge Martin. Marco Bessecchi menjalani akhir pekan yang memuaskan mengingat kondisinya, tertinggal 45 poin dari “Martinator” dengan lima balapan tersisa sebelum akhir musim.

READ  22.000 perusahaan yang terlibat: Indonesia meluncurkan program vaksinasi swasta

Sampai jumpa minggu depan di Grand Prix Australia!

10 besar

1

Francesco Bagnaia (Tim Ducati Lenovo)

2

Maverick Vinales (Balap Aprilia)

+0,306

3

Fabio Quartararo (Energi Monster Yamaha MotoGP™)

+0,433

4

Fabio Di Giannantonio (Grassini Racing MotoGP™)

+6.962

5

Marco Bessecchi (Tim Balap Mooney VR46)

+11.111

6

Brad Binder (Balap Pabrik KTM Red Bull)

+11.228

7

Jack Miller (Balap Pabrik KTM Red Bull)

+12.474

tanggal 8

Enea Bastianini (Grup Ducati Lenovo)

+12.684

9

Alex Membilas (LCR Honda Castrol)

+22.540

10

Alix Espargaro (Aprilia Balap)

+30.468

Semua hasil

Semua balapan langsung dan sesuai permintaan, wawancara eksklusif, balapan bersejarah, dan konten yang lebih fantastis: semuanya tersedia MotoGP™ – Tiket Video!