Berita Utama

Berita tentang Indonesia

Forum Rektor Indonesia memberikan bantuan kepada korban banjir di Kalimantan Selatan

PELHAHARI, Calcell (Andara) – Forum Rektor Indonesia (FRI) pada Sabtu membagikan uang tunai Rp70 juta dan 200 paket bantuan kemanusiaan kepada warga Kecamatan Krao, Kalimantan Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, Sutardo Hadi, anggota dewan penasihat, menyumbangkan uang tunai dan 200 bungkus bantuan kemanusiaan, selimut, alat tulis, beras lima kilogram, satu liter minyak goreng, dan satu kilogram gula. Kunjungan ke kecamatan.

Wakil Presiden FRI H.M. Paket bantuan tunai dan bantuan yang dikumpulkan dari program penggalangan dana terbaru yang diluncurkan oleh Nasrullah Yousuf diidentifikasi oleh Dahnial Kifli, Sekretaris Administrasi Distrik Dana Lad.

Hadi yang juga Rektor ULM, bersama beberapa mahasiswa Universitas Lampang Mankurat (ULM) dan anggota Badan Pengelola Kemahasiswaan (PEM), berangkat ke Kecamatan Krao dan membagikan paket bantuan kemanusiaan.

Dia mencatat bahwa anggota Tim Tanggap Bencana ULM sebelumnya telah mengunjungi kabupaten Banjar, Barito Kola, dan Hulu Sungai Tenga untuk mendistribusikan paket bantuan kepada mereka yang terkena dampak parah banjir baru-baru ini.

Mewakili masyarakat Kalimantan Selatan, Hadi mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana FRI dan ULM serta program amal untuk korban banjir.

Banyak wilayah Kalimantan Selatan yang terendam banjir baru-baru ini pada 12-13 Januari 2021.

Banjir mempengaruhi kabupaten Banjar, Thapin, Tabalang, Balangan, dan Hulu Sungai Tenga, serta kota Dhana Lad dan Banjar Baru.

Banjir melanda distrik Panzer, menggenangi 14.791 rumah dan menyebabkan 51.362 orang mengungsi.

Banjir dilaporkan menggenangi 112 rumah di Kabupaten Tabin dan memaksa 1.777 orang pindah ke tempat yang lebih tinggi.

Banjir besar juga memicu tanah longsor di distrik Dana Lad. Akibatnya, lima orang tewas, kata Camat Dana Lad Sukamta.

READ  Hubungan keamanan Prancis yang berkembang dengan Indonesia

Berbagai wilayah di Indonesia rawan bencana alam. Dalam dua bulan pertama tahun 2021, beberapa bencana air terjadi di pulau Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. Di Pulau Jawa, misalnya, banjir bandang menggenangi sebagian Jawa Tengah pekan lalu akibat hujan deras di kota itu.

Tanah longsor 9 Januari juga melanda desa Sihanjuang di kecamatan Shimangkung, kabupaten Sumedang di provinsi Jawa Barat.

Sementara itu.

Di Sulawesi utara, banjir dan tanah longsor melanda ibu kota provinsi, Manado, pada 22 Januari.

Berita Terkait: Prakiraan cuaca ekstrim untuk wilayah Indonesia pada 10-16 Februari: PMKG

Berita Terkait: Indonesia telah dilanda 372 bencana sejak awal 2021: BNPP

Diedit oleh INE