Berita Utama

Berita tentang Indonesia

Indonesia – Kapal selam yang hilang: Bukti adanya benda magnet di bawah air

“Selamatkan Marinir Kami” menjadi tajuk utama di Jakarta Post pada hari Jumat. Jam terus berdetak. “Setiap detik penting dalam operasi penyelamatan ini.” Komunikasi dengan kapal selam yang dibangun di Jerman pada akhir 1970-an terputus Rabu pagi selama latihan militer. Sejak saat itu, TNI AL mencari kapal tersebut dengan bantuan negara lain.

Sekarang pencarian selangkah lebih maju: Petugas penyelamat menemukan bukti benda magnet di kedalaman 50 hingga 100 meter. Kapal dengan perlengkapan khusus diatas kapal diberangkatkan ke lokasi – dengan harapan bisa menjadi RI KRI Nangala 402 bisa. “Kami mengharapkan titik terang,” kata juru bicara militer Indonesia.

Amerika Serikat juga membantu pencarian

Amerika Serikat mengatakan akan membantu menemukan Indonesia. “Atas panggilan pemerintah Indonesia, kami mengirim pesawat untuk mencari kapal selam yang hilang,” kata juru bicara Departemen Pertahanan AS John Kirby di Twitter. Menteri Pertahanan Lloyd Austin akan berbicara dengan mitranya dari Indonesia, Probo Supiando, tentang bantuan lebih lanjut.

Presiden Indonesia Joko Widodo ingin mengunjungi kota pelabuhan Banyuwangi di Jawa pada hari Jumat. Kapal penyelamat dimulai dari sana. Dalam pidato yang disiarkan televisi, dia sebelumnya meminta orang-orang untuk berdoa agar Marinir diselamatkan. “Saya ingin mengatakan kepada keluarga kru bahwa saya dapat memahami perasaan mereka dan bahwa kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk membuat semua kru tetap di kapal.”

Kerabat sedang menunggu kabar dari pihak pencari. Yayak Dwi Ernavathi berharap menantunya, yang baru menikah dua bulan lalu, bisa kembali dengan selamat. “Tiga hari setelah pernikahan, dia berangkat ke Surabaya dan mengatakan akan mengikuti pelatihan militer pada Senin,” kata kantor berita Andhra News mengutip wanita itu. “Kami belum menerima informasi lengkap dari pangkalan militer.”

READ  Indonesia: Kapal selam yang tenggelam di lepas pantai Bali harus diselamatkan

Sebanyak lima kapal selam telah dibangun di Indonesia, Jerman, dan Korea Selatan. Konstruksi dimulai pada tahun 1978 pada kapal selam Tipe 209 seberat 1.300 ton yang sekarang hilang dari perusahaan industri Tyson Group. Itu diberikan kepada Indonesia pada tahun 1981.