Berita Utama

Berita tentang Indonesia

Indonesia meningkatkan perjuangannya melawan tuberkulosis di tengah kekhawatiran mengenai dampak ekonominya

Indonesia meningkatkan perjuangannya melawan tuberkulosis di tengah kekhawatiran mengenai dampak ekonominya

Indonesia berencana melakukan uji klinis beberapa vaksin pada tahun ini untuk memerangi meningkatnya kasus tuberkulosis (TB), di tengah kekhawatiran bahwa penyakit ini akan merugikan pertumbuhan ekonomi, kata para menteri pada hari Senin.

Kasus tuberkulosis telah meningkat di negara Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir. Departemen Kesehatan memperkirakan akan terdapat lebih dari 1 juta kasus pada tahun 2023, naik dari sekitar 820.000 kasus pada tahun 2020.

Pada tahun 2022, sekitar 134.000 kematian akibat TBC terjadi di india, jumlah tertinggi kedua di dunia setelah India.

Tiga perempat dari pasien berada dalam usia kerja dan 45% tidak bekerja, sehingga meningkatkan kekhawatiran bahwa penyebaran penyakit ini mempengaruhi kegiatan ekonomi, kata Menteri Pembangunan Manusia Muhadjir Effendi pada pertemuan pemerintah dengan para pemimpin provinsi. Menteri tidak memberikan informasi apa pun mengenai dampaknya terhadap pembangunan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia berencana melakukan uji coba vaksin tuberkulosis yang dikembangkan oleh raksasa farmasi global GlaxoSmithKline pada bulan Juli yang melibatkan 2.500 orang. Pengembangan vaksin ini didanai oleh Bill and Melinda Gates Foundation.

Uji klinis vaksin dari perusahaan China CanSino Biologics diharapkan dilakukan tahun ini, kata Budi.

“Kami berharap menjadi salah satu negara pertama yang memperkenalkan vaksin TBC,” kata Budi pada pertemuan yang sama.

“Kami sedang melakukan uji klinis terhadap vaksin mRNA yang sedang dikembangkan oleh BioEntech, pengembang vaksin Covid untuk Pizer,” kata Budi.

Pada pertemuan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memerintahkan para pemimpin provinsi untuk membentuk gugus tugas untuk mendeteksi infeksi tuberkulosis.

Budi mengatakan Indonesia bertujuan menurunkan angka kematian akibat tuberkulosis sebesar 80% menjadi enam kematian per 100.000 orang pada tahun 2030. (Laporan Devi Kurniawati dan Stefano Sulaiman; Editing oleh Gayatri Suryo dan Lincoln Feast).

READ  Indonesia: Masjid terbakar dan sebagian runtuh