Berita Utama

Berita tentang Indonesia

Kerusakan di Indonesia: Pihak pencari menemukan perekam penerbangan

Status: 10.01.2021 11:04

Tak lama setelah lepas landas, pesawat Indonesia menghilang dari radar pada hari Sabtu. Rongsokan Hull sekarang terkonfirmasi: mesinnya jatuh ke laut. Pihak pencari menemukan perekam penerbangan.

Sehari setelah pesawat penumpang Indonesia jatuh, kru pencari menemukan perekam penerbangan. Sebelumnya, bangkai pesawat Boeing 737-500 sudah ditemukan di Laut Jawa. Diantaranya adalah potongan sekring dengan bagian log pesawat di kedalaman 23 meter. “Kami tahu di sinilah pesawat itu jatuh,” kata Marsekal Udara TNI AU Hadi Tajjanto. Sebelumnya, layanan darurat telah menemukan bagian tubuh, pakaian, dan partikel logam dari laut.

Pesawat dengan 62 orang di dalamnya menghilang dari layar radar hanya beberapa menit setelah lepas landas di Jakarta pada Sabtu. Hujan turun saat penerbangan lepas landas satu jam terlambat dari Bandara Internasional Sokarno-Hatta.

Penyebab kecelakaan itu belum jelas. Korban tidak memiliki bukti. Presiden Joko Widodo telah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban.

Nelayan melaporkan kemungkinan ledakan

Nelayan di kawasan pulau Langkong dan Berenda di utara pantai Jakarta meletus pada pukul 14.30 waktu setempat pada Sabtu. “Kami mendengar sesuatu meledak dan kami mengira itu bom atau tsunami,” kata salah satu dari mereka. Hujan turun deras dan jarak pandang sangat buruk. “Tapi setelah kebisingan kami bisa mendengar percikan air dan ombak besar. Kami sangat terkejut kami melihat puing-puing udara dan bahan bakar di kapal kami.”

Pesawat kehilangan ketinggian 3000 meter dalam satu menit

Tujuan Sriwijaya Airlines adalah Pontianak, ibu kota provinsi Kalimantan Barat di Kalimantan, 90 menit perjalanan dengan pesawat. Dalam empat menit lepas landas, Menteri Sumathi mengatakan mesin telah hilang dari radar setelah pilot memberikan kendali lalu lintas udara pada pesawat di ketinggian 29.000 kaki (8.839 meter). Flight Trader 24, layanan pelacakan, mengumumkan di Twitter bahwa, empat menit setelah lepas landas, pesawat SJ182 kehilangan lebih dari 3.000 meter dalam waktu kurang dari satu menit.

READ  Amerika Serikat, Jepang, dan Indonesia menekan Beijing agar beroperasi di Laut Cina Selatan

Sriwijaya Air Indonesia adalah maskapai penerbangan bertarif rendah yang terbang ke puluhan tujuan domestik dan internasional. Direktur Penerbangan Jefferson Irwin Javana mengatakan pada konferensi pers bahwa Boeing yang berusia 26 tahun itu sedang diservis dan itu udara. Laporan pemeliharaan menunjukkannya.