Berita Utama

Berita tentang Indonesia

Penyanyi Carol di Kilching menggalang dana yang cukup besar untuk anak-anak yang membutuhkan di Indonesia

Penyanyi Carol di Kilching menggalang dana yang cukup besar untuk anak-anak yang membutuhkan di Indonesia

  1. Halaman rumah
  2. lokal
  3. Starnberg
  4. utusan lingkaran

Dibuat oleh:

Di bawah sinar matahari yang cerah, anak-anak berpakaian seperti Caspar, Melchior dan Balthazar berbaris melalui Gilsing membawa berkat mereka dari rumah ke rumah. © Scheffauer

KILCHING – Setelah jeda dua tahun yang disebabkan oleh epidemi, penyanyi lagu-lagu Natal pindah lagi di paroki St. Sebastian di Kilching: 36 anak-anak dan remaja pergi dari rumah ke rumah dari Hari Tahun Baru ke Epiphany, membawa berkat mereka. Menggalang dana yang cukup besar untuk anak-anak Indonesia yang membutuhkan.

Sebagai Casper, Melchior dan Baldazar mereka mengucapkan doa dan pidato tradisional mereka, menyanyikan Gloria dan meminta sumbangan untuk anak-anak di Indonesia. Bahkan di antara rumah-rumah, kotak koleksi diisi dengan berjalan kaki. Tim penyelenggara yang terdiri dari Elisabeth Stürzer, Ilona Kölsch, Birte Hartl dan Marion Kuntz, dapat mendengar cerita-cerita bagus tentang penyanyi carol yang akhirnya kembali ke jalan, acara-acara menyenangkan dan momen-momen emosional di pertemuan malam itu.

Di Gilching, angka ajaib 10.000 euro dipecahkan

Dikirim oleh Pastor Franz van Luningk dan seluruh paroki pada Misa Tahun Baru di St Sebastian. Pada Epiphany, para superior merayakan hari penghormatan mereka bersama komunitas di gereja paroki St. Vitus. Bersamaan dengan kembang api Tahun Baru, anak-anak pergi ke Obern Wirt, di mana minuman panas dan lezat akan memudahkan mereka untuk jalan-jalan terakhir sore itu. Mereka mengumpulkan 10.300 euro kekalahan dan berhasil memecahkan “angka ajaib 10.000 euro” lagi, sangat bangga, dan sedikit lelah setelah lima hari dedikasi total di akhir liburan musim dingin.

Masih ada berkat di gereja paroki Kilching

Mereka tentu saja tidak datang ke setiap keluarga Gilching, tetapi paket berkat masih tersedia di Gereja Paroki St. Sebastian bagi siapa saja yang ingin menerima berkat untuk rumahnya sendiri. “Kami sangat berterima kasih atas pelayanan pemberkatan yang luar biasa ini yang telah dilakukan oleh para penyanyi carol kami tahun ini dengan penuh dedikasi,” kata Pastor Franz van Lünink dan tim organisasi sudah menantikan tahun depan, ketika motonya kembali menjadi: “Bawalah berkat , semoga berkah”, yang kini ingin berpartisipasi Bersama anak-anak berbakti.

READ  Komedi "Rambogan" tentang Indonesia: Warna Kolonialisme Meresap

Informasi lebih lanjut tentang Sternsinger Kindermissionswerk di https://www.sternsinger.de. (kb)