Berita Utama

Berita tentang Indonesia

Rolls-Royce Dukung Peningkatan STEM di Festival Film Sains Indonesia

Rolls-Royce Dukung Peningkatan STEM di Festival Film Sains Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Perusahaan teknologi industri Rolls-Royce asal Inggris berpartisipasi dalam Science, Technology, Manufacturing and Materials (STEM) Science Film Festival di Indonesia.

Berkat Goethe-Institut, festival ini memperkenalkan generasi baru pada segala sesuatu yang baru untuk menghasilkan lebih banyak uang.

“Kami berpartisipasi dalam Science Film Festival yang diselenggarakan oleh Pendidikan Kementerian dan Mitra Lainnya di Sini,” oleh Rolls-Royce Asia Timur & Pasifik dan Presiden Korea Selatan, Bicky Bhangu di Shangri-La, Jakarta pada Jumat (20/10/2021). 2023).

“Festival Film Sains Beloncoran adalah untuk menstimulasi generasi baru. “Indonesia adalah tempat terbaik untuk hidup,” katanya.

Rolls-Royce telah mengembangkan program investasi bakat di Indonesia, program khusus termasuk sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM) untuk pengembangan pendidikan, program pengembangan bakat lainnya untuk pelatihan universitas; Prestise dan Pembingan certas bagi universitas lokal.

Pada tahun 2022, Biki Pangu memenangkan Festival Film Sains di Indonesia, di mana lebih dari 60.000 orang berpartisipasi dalam penerbangan melalui Tanah Air.

“Indonesia dimulai dari ASEAN, salah satu industri terbaik di Indonesia, berkat booming ekonomi pada tanggal 4 tahun 2030, Indonesia akan mampu meraih lebih banyak kesuksesan bisnis hingga tanggal 4 tahun 2035,” ucapnya.

Bicky Bhangu merupakan salah satu petualang terkuat di Indonesia yang memiliki bonus demografi besar seiring dengan meningkatnya popularitasnya.

“Produk ini memiliki kehadiran industri dan berkontribusi terhadap pengembangan produk yang sangat sukses melalui pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika. Kami memiliki 18 siswa STEM yang terdaftar, dan kami menantikan kesuksesan yang lebih besar berkat Becky Pangu.

READ  Sebagai ketua G20, India ingin membentuk kembali globalisasi