Berita Utama

Berita tentang Indonesia

Beberapa kematian saat haji di Kerajaan Arab Saudi akibat panas ekstrem

Beberapa kematian saat haji di Kerajaan Arab Saudi akibat panas ekstrem

Pada: 16 Juni 2024 pukul 18:38

Jutaan jamaah di Kerajaan Arab Saudi berpartisipasi dalam menunaikan ibadah haji di tengah cuaca yang sangat panas. Sedikitnya 19 orang tewas akibat panas ekstrem melebihi 40 derajat. Mereka berasal dari Yordania dan Iran.

Sedikitnya 19 orang tewas akibat panas ekstrem saat menunaikan ibadah haji di Arab Saudi. Kementerian Luar Negeri Yordania di Amman menyebutkan, 14 jemaah asal Yordania meninggal karena sengatan panas. 17 lainnya masih hilang.

Selain itu, lima jamaah haji berkewarganegaraan Iran meninggal, menurut kepala Bulan Sabit Merah Iran, Pir Hossein Koulivand.

Kementerian Kesehatan Saudi telah memperingatkan kenaikan suhu dan menyarankan jamaah haji untuk minum cukup cairan dan menghindari keluar rumah pada jam-jam terpanas di siang hari. Suhu di wilayah tersebut meningkat hingga lebih dari 40 derajat Celcius dalam beberapa hari terakhir. Banyak ritual yang dilakukan di luar ruangan dan berjalan kaki, sehingga menimbulkan tantangan khusus bagi orang lanjut usia.

Para jamaah tiba di Gunung Arafat pada hari kedua haji.

Jutaan orang beriman mendaki Gunung Arafat

Sebagai bagian dari haji, 1,5 juta orang beriman mendaki Gunung Arafat. Nabi Muhammad konon menyampaikan khotbah terakhirnya di sana. Saat ini, para peziarah berpartisipasi dalam rajam setan secara simbolis. Ritual tersebut menandai berakhirnya ibadah haji.

Banyak jamaah yang melindungi diri dari terik matahari dengan payung. Namun para lansia khususnya pingsan saat menunaikan ibadah haji karena cuaca panas dan harus mendapat perawatan medis, lapor kantor berita Associated Press. Haji adalah salah satu dari lima rukun Islam. Ini harus dilakukan oleh setiap Muslim sehat yang mampu melakukannya setidaknya sekali seumur hidup.

READ  Kunjungan Grossi ke Teheran: Iran sedang dalam perjalanan untuk menjadi kekuatan nuklir?