Berita Utama

Berita tentang Indonesia

Indonesia tidak lagi mengekspor minyak sawit

cHai Singapura – Indonesia kini telah memberlakukan larangan ekspor berbagai macam minyak sawit. Produsen gula-gula Jerman seperti Palsen pada awalnya berharap bahwa minyak kelapa sawit yang belum diproses tidak akan terpengaruh (FAZ 26 Mei). Tapi sekarang, Erlanga Hartarto, Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia, telah mengumumkan bahwa semua spesies telah terpengaruh. Pemerintah negara Muslim terbesar di dunia, dengan populasi 270 juta, ingin memberi contoh sebelum sarapan: satu liter minyak goreng tidak boleh lebih dari 14.000 rupiah (0,92 euro) di toko-toko Indonesia. Saat ini nilainya lebih dari 20.000 rupee, yang mendorong orang-orang di negara penghasil minyak sawit terbesar untuk berdemonstrasi. “Sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, ironisnya kita sendiri mengalami kekurangan. Saya melihat negara membutuhkan penerimaan pajak dan surplus. Pemenuhan kebutuhan dasar warga negara kita adalah prioritas penting,” kata Presiden Indonesia Joko Widodo . Harga bahan baku industri makanan, yang juga digunakan untuk kosmetik atau biodiesel, naik di pasar dunia akibat adanya iklan tersebut. Terutama karena alternatif seperti minyak bunga matahari tidak tersedia dalam jumlah yang cukup karena perang di negara industri Ukraina dan kekeringan di bagian lain dunia. “Kalau kebutuhan lokal sudah terpenuhi, larangan itu saya cabut,” kata Jokowi.

READ  Pertumbuhan Pasar Rumah Sakit Ayurvedic, Ukuran, Pangsa, Tren, Analisis Dampak dan Prakiraan COVID-19 hingga 2027 - GBS News