Berita Utama

Berita tentang Indonesia

Tidak ada cokelat tanpa keanekaragaman hayati - Welthungerhilfe

Tidak ada cokelat tanpa keanekaragaman hayati – Welthungerhilfe

Mengurangi produksi karena penyerbukan yang tidak mencukupi memainkan peran utama dalam banyak budaya di daerah tropis – termasuk kopi, markisa, atau mangga, yaitu kebanyakan buah-buahan dan kacang-kacangan secara umum – serta di daerah beriklim sedang. Hal ini perlu lebih diperhatikan dalam upaya peningkatan produksi ke depan.

Manfaatkan layanan alam

Singkatnya, contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan penggunaan lahan yang berwawasan lingkungan dapat menggabungkan produktivitas tinggi dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Kemudian jasa organisme tersebut dapat dimanfaatkan, yang meliputi pengendalian hama dan penyerbukan. Ini adalah berita positif bagi petani kecil dan konservasionis, meskipun penelitian mendetail masih kurang.

Implementasi praktis tetap menjadi tantangan besar. Insentif penting untuk pertanian yang lebih berkelanjutan dapat diberikan oleh konsumen perdagangan yang adil dan sadar lingkungan. Pemerintah dapat berkontribusi secara serius untuk mematuhi Prinsip-Prinsip Panduan PBB tentang Bisnis dan Hak Asasi Manusia (2011) untuk impor pertanian, di mana Undang-Undang Rantai Pasokan Jerman (2020) adalah kontribusi pertama. Contoh budidaya kakao di Indonesia dengan jelas menunjukkan bahwa mengidam cokelat juga dapat dipenuhi oleh sistem wanatani yang sangat kaya spesies.

READ  Kontroversi pajak digital: AS memberlakukan tarif hukuman